Minggu, 26 April 2020

April dan Lukanya Sendiri


Pergimu terasa sangat menyakitkan bahkan saat aku pura-pura umbarkan senyum. 
Aku berpura-pura menjadi yang paling bahagia atas kepergian itu. 
Aku berpura-pura menulis tentang aku yang paling bahagia setelah pergimu . Bahkan saat kamu berkata "Maafkan Aku."
Kupendam segala amarahku . Ku tanam  niatku. Kukuatkan hatiku.
Kemudian dengan tengan Aku menjawab "Santuy saja. Sebab mengingatmu saja aku lupa."
Terlalu munafik hanya saja itu cara terbaikku mencintaimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar